I'm here

Nama:Rizka Dirrasty
Npm:12109624
Kelas: 4 Ka 17





Jumat, 11 Januari 2013

Kutub Positif dan Negatif

Memandang segala hal dari berbagai sisi kehidupan, manusia hidup  menjalankan perannya masing-masing, seperti cerita dalam “wiracarita Mahabharata” . antagonis dan protaginis bukanlah hal tentang positif atau negative,  masing –masing individu melakukan apa yang menjadi dasar pemikirannya, bagaimana para pandawa manjadi lebih baik bila dibandingkan dengan kurawa akibat pembawaan diri yang memang bertentangan.

Indah akan lebih indah jika dibangdingkan dengan hal yang paling indah.   Tuhan menciptakan manusia dengan garis takdir yang sudah digariskan sejak ruh masih berada di langit, bagaimana kelima pandawa bisa terlahir dari sosok semanis dewi kunti, bagaimana arjuna begitu bersinar dengan keindahan budi dan ketegasan sikap dilain sisi melankolisnya.

Seorang tidak pernah menginginkan hal buruk terjadi pada dirinya, namun mungkin bisa saja situasi dan keadaan membuat semua itu terjadi diluar nalar dan semua mungkin rahasia tuhan atau mungkin karma.  Seperti renjani  yang tidak pernah membayangkan jika dirinya akan diperkosa dan harus menanggung derita hidup dalam rumitnya masalalu, berbuat sesuatu untuk orang lain yang membutuhkan adalah tindakan bijaksana, mungkin tindakan sederhana itu mampu membuahkan hasil yang besar seperti dewa(bayi yang terlahir dengan distorsi fungsi otak) yang dipertemukan tuhan dengan sosok rinjani yang memiliki masa lalu kelam karna terpaksa harus menggugurkan janin yang tidak pernah dia kehendaki.  Keadilan tuhan selalu diluar nalar manusia, positif dan negativ atau di pasangkan dengan sekutubnya akan cocok disuatu kasus, belum tentu dikasus yang lain. Rinjani mewakili sisi negatif dipandang dari sudut pandang masa lalunya dan kerapuhan batin yang dia alami sedangkan dewa mewakili sisi yang serupa dilihat dari sudut pandang kerapuhan fisik dan mental akibat distorsi fungsi otak , Tuhan mempertemukan mereka untuk saling menguatkan dan memberi arti dari perjalanan hidup mereka.

Manusia hidup saling melengkapi dan mengisi, yang kurang untuk yang lebih dan sebaliknya, yang mampu mengisi yang tidak mampu atau juga sebaliknya.  Naluri manusia adalah mengetahui kebutuhannya atau bantuan tuhan menemukan kebutuhan kita meskipun tidak diberikan disaat yang kita anggap tepat karna tuhan lebih tau segalanya.  Seperti bagaimana takdir mempertemukan bisma pada kehidupan rinjani dan dewa, pada sisi ini tuhan mempertemukan dua kutub negatif dengan satu kutub positif yaitu sosok bisma seorang yang pandai bermain biola, “saling membutuhkan dan tuhan mempertemukannya” itulah istilah yang tepat.  Mungkin cerita dalam film ini tetaplah sebuah hasil pemikiran mendalam  manusia namun semua bagai selaras dan sejalan dengan segi positif dan negatifnya masing-masing, manusia bukanlah sebatang magnet dengan sisi positif dan negatif yang konstan dengan aturan alam yang tidak memungkinkan kutub yang sama saling bertemu dan mengikat.  Tetapi ini adalah tentang hidup, takdir dan manusia, satu orang dapat memiliki banyak sisi positif  atau sisi negatif, namun semua dapat saling mengikat dan membutuhkan dengan individu lain bukan saja dari kutub atau sisi yang berlawanan tapi mungkin saja dari sisi atau kutub yang sejenis.

(inspired by “BIOLA TAK BERADAWAI” a film by Sekar ayu asmara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar