I'm here

Nama:Rizka Dirrasty
Npm:12109624
Kelas: 4 Ka 17





Senin, 07 November 2011

Ragam Pidato

  •  Bagaimana kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa indonesia dan bahasa nasional ? Sebutkan!
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa indonesia merupakan bahasa resmi Republik Indonesia (RI) yang tercantum dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. Di dalam UUD 1945 tertulis bahwa “Bahasa Negara ialahBahasa Indonesia”. Bahasa Indonesia juga disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 pada bagian ketiga yang berbunyi “KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASAPERSATOEAN, BAHASA INDONESIA”.




Sejak awal kemerdekaan, bahasa Indonesia telah mengalami perkembangan karena didorong oleh beberapa faktor, seperti dikutip dari buku “sejarah nasional Indonesia”. Faktor pertama yaitu bangkitnya semangat kebangsaan Indonesia yang telah mengatasi rasa kedaerahan dan kesukuan. Faktor kedua karena telah terbitnya kitab “Logat Melayu” pada tahun 1901 karangan Van Ophuyzen dan digunakan di sekolah-sekolah yang mengajarkan bahasa Melayu. Faktor ketiga adalah didirikannya Commissie voor de Volkslecture pada tahun 1908 yang kemudian menjadi Balai Pustaka. Hal ini mendorong perkembangan di bidang bahasa dansastra, terutama dengan lahirnya kelompok “Pujangga baru”.

Faktor-faktor di atas mendasari terpenuhinya fungsi bahasa tersebut sebagai bahasa baku yang telah memperkuat sikap masyarakat Indonesia terhadapnya. Jika melihat dari kedudukannya, Bahasa Indonesiamerupakan status relatif bahasa Indonesia sebagai lambang nilai budaya Indonesia yang dirumuskan atas dasar nilai sosial Indonesia.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara,



 bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
1.Bahasa resmi kenegaraan yang kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah.
2.Bahasa pengantar resmi di dalam dunia pendidikan.
3.Alat penghubung resmi pada tingkat nasional.



Jika melihat dari kondisi negara Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku dan bahasa, wajarlah penerapan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari menjadi sulit dikarenakan keanekaragaman bahasa daerah itu sendiri. Masyarakat Indonesia lebih terbiasa menggunakan bahasa daerahnya sendiri dari pada menggunakan Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa kenegaraan.



  • BAHASA INDONESIA RAGAM PIDATO                                                                                               
    Pengertian Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau ber-orasi guna menyatakan pendapatnya atau guna memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh 1 orang lalu memberikan orasi - orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut dibincangkan. Pidato adalah salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia
    Fungsi Pidato :
    Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya.
    ·                     Mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan
    ·                     Mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi
    ·                     Menciptakan suatu keadaan yang kondusif dimana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/Pidato tersebut
    ·                     mempermudah komunikasi
    (Sumber : Wikipedia)

    Siapa yang biasanya melakukan Pidato ini? Baca pelaku pidato
    ----------------------------------------------------------
    Artikel Terkait lainnya :
    ·                     Rahasia Pandai Pidato
    ·                     Kesiapan Ilmu Menghadapi Pidato
    ·                     Mengetahui apa itu pengertian atau definisi pidato dan fungsi pidato
    ·                     Siapa saja pelaku pidato dan apa saja yang termasuk jenis pidato
    ·                     Persiapan Pidato
    ·                     Memahami pentingnya pendahuluan pidato
    ·                     Mengetahui Contoh pendahuluan pidato
    ·                     Syarat Pidato Yang Baik
    ·                     Tiga Pilar Pokok Penyampaian Pidato Hebat
    ·                     Menciptakan Isi Pidato Yang Memukau
    -----------------------------------------------------------------
    Penting! 
    Selanjutnya lihat juga sekarang contoh teks pidato umum atau contoh pidato perpisahan





    .BAHASA INDONESIA (LISAN) RAGAM PIDATO

    tugas bahasa nomer 2 tentang Lisan Ragam Pidato
    Bersistematika:

    a.Pendahuluan (isi dengan peranan pidato)
    b.Isi (batang tubuh) = metode penyajian oral
    (i)empat penyajian lisan
    (ii)persiapan penyajian lisan
    (iii)menentukan maksud dan topik
    c.Penutup

    Bahasa Indonesia Lisan Ragam Pidato

    a.Peranan Pidato
    Peranan pidato, ceramah, penyajian penjelasan lisan kepada suatu kelompok massa merupakan suatu hal yang sangat penting, baik pada waktu sekarang maupun pada waktu-waktu yang akan datang. Dalam sejarah umat manusi adapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan mengubah sejarah umat manusia atau sejarah suatu bangsa. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat, untuk mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur. Tetapi sebaiknya keahlian bicara itu menenggelamkan umat manusia beserta nilai-nilai dan hasil-hasil kebudayaannya. Sebab itu sebagai seorang mahasiswa harus berusaha pula memiliki kemahiran mengungkapkan pikiran secara lisan atau dengan singkat penyajian lisan, bukan saja menghendaki penguasaan bahasa yang baik dan lancar, tetapi disamping itu menghendaki pula persyaratan-persyaratan lain.

    b.Metode Penyajian Oral
    Terdapat 2 perbedaan dalam persiapan-persiapan yang diadakan pada waktu menyusun komposisi penyajian lisan. Pertama, dalam penyajian lisan perlu diperhatikan gerak-gerik, sikap, hubungan langsung dengan hadirin, sedangkan komposisi tertulis sama sekali tak diperhitungkan. Kedua, dalam penyajian lisan tidak ada kebebasan bagi pendengar untuk memilih mana yang harus didahulukan mana yang dapatdiabaikan. Sebab itu persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun sebuah uraian lisan, di samping memperhatikan hal-hal tersebut di atas, tergantung pula dari metode penyajiannya .Dikenalempat macam metode penyajianlisan, yaitu :

    1.metode Impromptu (serta-merta)
    Metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Tidak ada persiapan sama sekali, pembicara secara serta-merta berbicara berdasarkan pengetahuannya dan kemahirannya.

    2.metode menghafal
    Metode ini merupakan lawan dari metode pertama diatas. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan, tetapi ditulis secara lengkap kemudian dihafal kata demi kata. Cara ini juga akan menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya.

    3.metode naskah
    Metode ini jarang dipakai, kecuali dalam pidato resmi atau pidato-pidato radio. Metode ini sifatnya masih agak kaku, sebab bila tidak mengadakan latihan yang cukup maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar.

    4.metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah)
    Metode ini sangat dianjurkan karena merupakanjalan tengah. Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibilitas dan variasi dalam memilih diksinya. Sebaliknya metode ini terlalu bersifat sketsa, maka hasilnya sama dengan metode impromptu.

    Persiapan Penyajian Lisan
    Terdapat 7 langkah persiapan untuk penyajian lisan diantaranya :
    A.Meneliti masalah : 1.Menentukan maksud 2.Menganalisa pendengar dan situasi 3.Memilih dan menyempitka ntopik.
    B. Menyusun uraian : 4.Mengumpulkan bahan 5.Membuat kerangka uraian 6.Menguraikan secaramendetail.
    C. Mengadakan latihan : 7.Melatih dengan suara nyaring. Urutan ketujuh langkah di atas tidak mutlak harus diikuti dengan cermat seperti itu, tetapi yang jelas urutan kelompok meneliti masalah harus mendahului kelompok menyusun uraian, dan mengadakan latihan oral merupakan bagian yang terakhir. Namun perubahan urutan dapat saja dilakukan dalam tiap kelompok.


     
  • Menentukan maksud dan topik                                                                                                                                                                                                                                                                 
     Setiap tulisan memiliki uraian dalam ragam bahasa indonesia,. Oleh karena itu topik pembicaraan dan tujuannya merupakan hal yang tidak dipisahkan satu dari yang lain.Topik dan tujuan pertama-tama merupakan persoalan dasar bagi tema uraian dan wujud dari tema itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar