I'm here

Nama:Rizka Dirrasty
Npm:12109624
Kelas: 4 Ka 17





Rabu, 13 Maret 2013

Tugas 2 : Sistem Informasi Geografis

   Mengetahui lokasi geografis sekolah masing - masing ( menggunakan google map)


Dengan menggunakan google map saya akan mencoba untuk mencari lokasi sma saya berada, berikut adalah urutan dalam pencarian sekolah sma saya :

- membuka browser website ( disini saya memakai mozilla firefox sebagai browsernya )

- pada linknya kita masukkan http://www.google.com

- ketika sudah muncul kita pilih  "maps"

- ketika sudah muncul halaman yang menunjukkan sebuah peta , ada kotak kosong isikan saja dengan nama indonesia/jakarta agar pencarian lebih spesifik disini saya memasukkan "Jakarta Selatan, Djakarta, Jakarta Capital Region, Indonesia" karena lokasi sma saya berada di tebet jakarta selatan

- Setelah itu kita zoom ditempat yang sedang kita cari disini adalah sma saya "smu dewi sartika"

- Setelah dapat klik kanan kemudian pilih "center map here".

- Klik tombol Hyperlink "Link to this Page" di ditus google map dan copy paste URL tersebut ke notepad, mencari nilai dari parameter pada URL adalah garis lintang dan garis bujur tujuan anda.

- sekolah saya berada di bujur dan lintang : -6.24137,106.847376 (SMA DEWI SARTIKA )


silahkan dicoba teman-teman, lumayan untuk mencari alamat :D






Jumat, 08 Maret 2013

Tugas 1 : Sistem Informasi Geografis

TUGAS GIS

1.  Definisi Sistem Informasi dan Cakupannya ?

   Sistem Informasi (SI) [1] adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.[2] Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.[3]

  Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.[4]

   Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.[5]

   Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.[6]

   Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.[7]
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. [8]

Cakupan Sistem Informasi  :

SI dapat dikategorikan dalam empat bagian:

  1. Sistem Informasi Manajemen
  2. Sistem Pendukung Keputusan
  3. Sistem Informasi Eksekutif
  4. Sistem Pemrosesan Transaksi

2.  Program apa saja yang sudah dipelajari ?

banyak program yang sudah dipelajari melalui kegiatan belajar di gunadarma universitas, akan tetapi kebanyakan hanya belajar dasarnya saja seperti program pascal , cobol, java dan program lainnya

Belum ada program yang saya kuasai lebih dalam hanya tau dasarnya saja


3.  Sistem Informasi apa yang pernah dibuat ?

Untuk Sistem informasi yang pernah buat hanya berupa game yang menggunakan macromedia flash 8


4.  Apa Yang Anda Harapkan dari mempalajari SIG ?

Agar dapat mengetahui kegunaan Sistem Informasi Geografis dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menerapkannya




Rizka Dirrasty 4KA17

Sabtu, 12 Januari 2013

Ini Dia Tablet Android "Rp 1,4 Juta" dari Acer

Kompas - Acer resmi memperkenalkan Iconia B1-A71, produk tablet Android dengan harga relatif terjangkau, pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2013 yang sedang berlangsung di Las Vegas, dari 8 hingga 11 Januari 2013.

Perangkat tablet ini sempat mencuri perhatian di dunia maya beberapa waktu lalu. Pada saat itu, Iconia B1-A71 diberitakan akan dibanderol dengan harga yang sama dengan Google Nexus 7, yaitu di angka 99 dollar AS atau sekitar Rp 900.000.

Sayangnya, rumor tersebut sedikit meleset. Ternyata produk ini akan hadir dengan banderol harga sedikit lebih tinggi, yaitu 150 dollar AS atau sekitar Rp 1,46 juta. Walaupun begitu, harga ini masih dinilai cukup terjangkau, mengingat spesifikasi yang mendukungnya cukup bertenaga.

Dikutip dari Talk Android, Rabu (9/1/2013), Iconia B1-A71 akan dipersenjatai dengan prosesor 1,2 GHz dual-core dari Mediatek, RAM 512 MB, dan media penyimpanan berkapasitas 8 GB yang dapat ditingkatkan dengan menggunakan kartu microSD hingga 32 GB.

Selain itu, produk ini akan menggunakan layar 7 inci WSVGA dengan resolusi 1024 x 600, kamera depan 0,3 megapiksel, dan baterai berkapasitas 2.710 mAh. Perangkat ini menggunakan sistem operasi Android Jelly Bean.

Hingga saat ini, masih belum ada konfirmasi dari pihak Acer apakah perangkat tersebut akan hadir di Indonesia atau tidak.
engadget
engadget





Rumor iPhone Murah Santer, Apa Kata Apple?


rumor mengenai smartphone Apple, iPhone, versi murah berembus kencang dalam beberapa hari ini. Salah satu yang terbaru menyebutkan, telepon seluler low-end dari perusahaan raksasa mobile ini akan dijual dengan harga kurang dari Rp 1,5 juta.

Perwakilan Apple akhirnya angkat bicara. Melalui wawancara dengan media asal China, Shanghai Evening News, Phil Schiller, Senior Vice President Apple, membantah rumor terkait iPhone versi murah.

"Meskipun smartphone dengan harga murah memang populer, ini tidak akan pernah menjadi masa depan produk Apple. Faktanya, walaupun market share Apple di pasaran smartphone baru mencapai 20 persen, kami memiliki 75 persen keuntungan," ucap Schiller, seperti dikutip dari 9to5mac, Jumat (11/1/2013).

Schiller mengakui, market share bukanlah sebuah hal yang terlalu dipikirkan Apple. Oleh karena itu, Apple memilih untuk tidak mengembangkan smartphone murah yang memang terkenal laku di pasar negara berkembang.

"Kami tidak seperti perusahaan lain, meluncurkan berbagai produk dalam satu waktu kemudian berharap produknya akan mendapatkan konsumen. Kompetitor meluncurkan berbagai produk baru dengan berbagai dimensi, tetapi setelah pembelian akan menemukan software dan user experience yang tidak cocok," kata Schiller.

Seperti diberitakan, sumber yang dikutip dalam laporan Bloomberg, Apple berencana membuat versi iPhone yang berukuran lebih kecil dan dihargai lebih murah untuk merengkuh pasar di negara berkembang. Sumber bersangkutan juga menyebut bahwa iPhone murah ini akan memasuki pasar pada akhir 2013.

Facebook dan Twitter Dilarang, 5 Jejaring Sosial Lokal Berjaya


Situs-situs jejaring sosial China berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selain karena pemerintahnya yang melarang penggunaan jejaring sosial asing, hal ini disebabkan karena jejaring sosial lokal memiliki keunggulan yang memahami kebutuhan masyarakat China.

Meskipun harus diakui, tak sedikit masyarakat China yang "mengakali" koneksi internetnya agar tetap bisa menggunakan Facebook dan Twitter.

Dari 513 juta pengguna internet di China, lebih dari setengahnya mengakses jejaring sosial lokal yang terus mengalami pertumbuhan. Ada 5 situs jejaring sosial, yang bagi masyarakat lokal, tak kalah populer dengan Facebook dan Twitter.

1. Sina Weibo

Jejaring sosial macam apakah Sina Weibo? Untuk mempermudah, ini adalah jejaring sosial yang berbasis aliran informasi seperti Twitter. Sina Weibo menjadi pemimpin di ranah media sosial, dan menjadi platform penting bagi 22% populasi pengguna internet di China. Penggunanya dua kali lebih banyak ketimbang pengguna Twitter di China.

Sina Weibo kerap digunakan untuk melontarkan wacana sosial dan aktivitas pemasaran. Para selebriti China pun menggunakannya untuk berkomunikasi dengan penggemar.

Hebatnya Sina Weibo, ia memungkinkan pengguna untuk memasukkan gambar dan video, sesuatu yang saat ini mulai dikembangkan oleh Twitter.

2. Renren

Dibangun pada 2005 dengan nama Xiaonei, dan diperuntukkan kepada para mahasiswa. Xiaonei kemudian berubah nama pada 2009 menjadi Renren.

Renren sering disebut Facebook versi China, yang kini tak hanya digunakan oleh kalangan mahasiswa. Dengan 147 juta pengguna terdaftar dan 31 juta pengguna aktif per bulan, Renren siap menjadi jejaring sosial penduduk berpendidikan tinggi di China.

3. Tencent

Tencent dianggap sebagai platform untuk massa dan pada dasarnya dibangun untuk layanan Instant Messaging QQ. Dengan akun QQ, pengguna mendapat akses untuk semua layanan Tencent. Sifatnya seperti pusat media sosial.

Jejaring sosial milik Tencent yang bernama Pengyou, memiliki jumlah pengguna yang lebih rendah jika dibandingkan dengan pengguna aktif Weibo dan Renren. Namun, karena Tencent memilliki beberapa platform, sampai saat ini ia masih mempertahankan status komunitas terbesar di China dalam hal pengguna terdaftar belaka.

4. Douban

Douban merupakan forum populer di kalangan intelektual yang khusus mengulas buku, musik, dan film. Ada 80 juta pengguna terdaftar dan 60 juta pengguna aktif per bulan.

Sebuah riset mengatakan, pengguna Douban mengakses sekitar 80% konten di situs tersebut.

Selain Douban, ada dua situs forum lain yang sedang tumbuh dan terbilang pendatang baru. Yang pertama adalah Diandian, yang dikenal sebagai Tumblr versi China. Didirikan pada 2010, kini Diandian telah memiliki 5 juta pengguna terdaftar. Yang kedua adalah P1.cn, yang telah memiliki 2,7 juta pengguna.

5. WeChat

WeChat sebelumnya dikenal dengan Weixin, sebuah aplikasi teks dan suara dengan fitur sosial yang berjalan di perangkat mobile. Mereka memanfaatkan penetrasi pengguna perangkat mobile di China, yang 69% penduduknya mengakses internet dengan perangkat mobile. WeChat kini berjalan di perangkat bersistem operasi iOS dan Android.

Wechat terus menambahkan fitur jejaring sosial di produknya, termasuk berbagi foto dan fitur menemukan teman. Saat ini Wechat digunakan oleh lebih dari 100 juta pengguna.

Mereka pun memperkaya produk dengan mengembangkan layanan Jiepang, sebuah aplikasi mirip Foursquare. Ada pula aplikasi untuk orang pacaran bernama Momo. Keduanya mendapat sambutan yang cukup dari para penggunanya.

Perlu diketahui, situs jejaring sosial di China haruslah mematuhi peraturan pemerintah tentang larangan mempublikasi konten yang dianggap meresahkan dan mengganggu stabilitas nasional.

sumber : http://tekno.kompas.com/read/2012/07/04/07492298/facebook.dan.twitter.dilarang.5.jejaring.soshttp://tekno.kompas.com/read/2012/07/04/07492298/facebook.dan.twitter.dilarang.5.jejaring.sosial.lokal.berjayaial.lokal.berjaya

Jepang Enggak Doyan Social Media, lho?!

japan 300x199 Jepang Enggak Doyan Social Media, lho?!

Hal yang unik terjadi di Jepang, seperti yang dilansir oleh detiknet.com (http://www.detikinet.com/read/2010/11/24/155519/1501465/398/facebook-dan-twitter-tak-laku-di-jepang/?i991101105), bahwa Facebook dan Twitter yang booming di Indonesia tidak mendapat tanggapan yang bagus di Jepang. Menurut survei yang dilakukan oleh TNS, sebuah perusahaan riset, orang Jepang lebih suka berteman dengan orang-orang yang dikenalnya ketimbang mengenal orang baru. Rata-rata orang Jepang hanya memiliki 29 orang dalam daftar pertemananya di Facebook maupun Twitter.
Fenomena yang unik karena Facebook dan Twitter adalah tren baru dalam perilaku manusia. Namun, menurut beberapa orang, privasi adalah hal yang sangat dijaga oleh orang Jepang. Sebab itu, social media bukanlah pilihan mereka yang utama. Lucunya, Jepang termasuk negara 3 besar pengguna internet di dunia, namun tidak untuk social media ternyata.
Bagaiamanpun, social media sangat bergantung pada kultur masing-masing negara atau bangsa. Market yang semakin horisontal yang dibentuk karena web 2.0 dan juga new wave market yang sedang berkembang saat ini, tentu akan mengubah kultur tersebut. Tetapi, apakah hal tersebut juga akan terjadi di Jepang dalam waktu dekat?
Saat ini, social media memang media yang powerful dalam new wave marketing. Social media membuat orang selalu connect, karena kebutuhan sosialnya walaupun di dunia internet. Dan, social media membuat communitization terbentuk dengan mudahnya. Tetapi, bagaimana dengan Jepang?
Jepang memang adalah macan Asia yang sangat powerful terutama dalam inovasi produk-produknya. Simak saja Sony, Toshiba, Hitachi, JVC, Toyota, Daihatsu, semua adalah Brand-brand Jepang yang merajai pasar saat ini. Namun, hasil survey TNS seperti berkata lain karena kultur orang Jepang ‘jarang connect’ melalui social media.
Kemudian, apa yang bakal terjadi ke depan? Apakah brand dari Jepang akan terus melaju dengan Marketing 3.0, namun value dan kultur orang Jepang tetap saja tertutup dan cenderung tidak membuka diri melalui social media
 

Teknologi Social Media Hari Ini Dan Esok


Boleh dikatakan hampir setiap hari saya mereview situs social media baru melalui web atau aplikasi di mobile. Beberapa dari situs social media baru tersebut sebagian besar walau tidak semua adalah kloningan dari situs social media yang kini sedang naik daun. Sebut saja Pinterest, yang kini sudah ditiru oleh banyak situs karena keunikan dari sisi interface-nya terlihat seperti mading versi online. Kemudian Instagram yang ditiru karena fitur instant photoshop yang memungkinkan penggunanya untuk memfilter foto yang baru kita ambil secara instan.
Inovasi teknologi memang memicu perubahan trend dan semangat dari pengguna internet kita. Walau begitu, perlu disadari bahwa yang membuat komunikasi melalui medium digital kian menarik adalah seberapa besar kualitas dan jumlah individu yang aktif berpartisipasi di dunia digital. Karena sekali lagi saya katakan bahwa social media adalah bukan soal teknologi tetapi lebih kepada manusia itu sendiri. Seberapa jauh ia paham menggunakan teknologi tersebut dan seberapa jauh teknologi tersebut memberikan manfaat lebih ke dalam hidupnya. Saya menyaksikan betul perkembangan teknologi social media dari era Friendster hingga sekarang yang sedang terkenal adalah Airtime. Sebagai seseorang yang berlatar belakang non-teknik, saya jujur kerap menemui kesulitan untuk beradaptasi dengan jenis-jenis social media yang begitu banyak dan tidak ada habisnya. Dengan alasan itu juga, saya lebih menekankan kepada mahasiswa dan mahasiswi saya di kelas untuk bagaimana mereka paham betul sejauh apa teknologi social media dan bagaimana menggunakanya secara maksimal.
Seperti itu lah perkembangan teknologi di internet dimana kita harus dengan tangkas mengikutinya agar kita tidak tertinggal. Untuk itu saya ingin mengajak para pembaca untuk mencermati beberapa trend teknologi social media yang kini sudah ramai dibicarakan oleh banyak orang di seluruh dunia, berikut ulasannya:
1. SoLoMo (Social, Location, and Mobile)
Ide awal sebuah situs jejaring sosial seperti Facebook adalah menghubungkan orang-orang yang kita kenal di kehidupan nyata melalui dunia maya (social graph). Kemudian ide tersebut tidak lah cukup karena, social media tidak hanya berkutat seputar berteman dengan orang yang kita kenal tetapi juga berteman dengan orang-orang yang memiliki kesamaan hobi dengan kita contohnya Twitter (interest graph). Tidak berhenti disitu, kemudian muncul lah geosocial networking seperti Foursquare yang memberikan data lokasi kita (location graph). Kemudian ketiga hal tersebut didukung penuh oleh kecanggihan teknologi mobile saat ini yang hampir semua perangkat mobile saat ini sudah terintegrasi dengan GPS. Contoh situs social media yang memanfaatkan teknologi adalah Google Latitude, Foursquare, Banjo, Badoo, Sonar dan yang lainnya. Platform SoLoMo memberikan motivasi kita untuk lebih mengenal kehidupan sosial yang terjadi di sekitar rumah kita atau di lokasi yang sedang kita tempati.
2. Gamification
Saya sudah pernah mengulas Gamification di blog Virtual beberapa bulan lalu. Berdasarkan pengamatan saya, teknik gamification kini telah diadopsi lebih banyak dari yang saya bayangkan. Mungkin karena sekarang eranya Big Data dimana segalanya bisa terukur oleh angka dan data tersedia begitu banyak dimana-mana. Sebagai penggemar video game sejak kecil, saya selalu yakin bahwa seharusnya game bukanlah sebuah aktifitas tanpa makna atau dengan kata lain hanya untuk buang-buang waktu atau “killing time” semata. Saya sendiri menggunakan teknik gamification ke dalam hidup pribadi saya untuk pengembangan pribadi dan kehidupan karir saya.
3. Augmented Reality
Apabila anda selalu update dengan berita teknologi media saat ini, pasti anda akan menemukan bahwa gadget yang kini sedang hot dibicarakan oleh para pencinta gadget di dunia adalah Google Glass. Sebuah kacamata yang memampukan penggunanya menggunakan fitur augmented reality untuk mendapatkan informasi terhadap apa saja yang ia lihat. Kacamata tersebut juga bisa berfungsi sebagai kamera, perekam video, music player dan banyak fungsi lainnya. Google Glass merupakan project yang diprediksikan baru bisa digunakan oleh pasar di tahun 2014. Nah, sambil menunggu teknologi AR ramai digunakan di pasar, anda bisa coba teknologi yang hampir mirip dengan Google Glass melalui aplikasi Wikitude. Aplikasi tersebut bisa diunduh melalui hampir semua operating system yang ada perangkat mobile saat ini.
4. Alternate Reality
Alternate Reality sebenarnya bisa dibilang lebih kepada teknik storytelling dibanding teknologi walau begitu teknologi juga menjadi bagian penting dari teknik ini. Video game dengan console terkini seperti Xbox 360 dan PS3 menjadikan fitur Interactive Narrative sebagai penekanan terhadap cerita dari sebuah game. Pemain bisa menentukan nasib atau jalan cerita dari sebuah game berdasarkan dari keputusan yang dilakukan di setiap scene yang dilaluinya. Teknik alternate reality juga sudah diterapkan melalui platform YouTube oleh beberapa brand di luar negeri.
5. Social TV
TV selalu menjadi kekuatan utama dari media tradisional. Akan tetapi kemudian datanglah internet dan social media yang setelah itu diprediksikan oleh banyak orang akan menggeser dominasi dari TV. Dilihat dari konteks Indonesia dimana konsumsi media terbesar oleh rakyat kita masih pada TV, maka kita belum bisa mengatakan social media telah mengalahkan TV atau mungkin tidak harus mengatakan siapa yang dominan. Hal tersebut pula yang melahirkan ide tentang social TV dimana kekuatan dari TV yang mass reach digabungkan dengan high engagement level yang dimampukan oleh social media. Sudah banyak situs yang mendukung social TV seperti GetGlue dan banyak lagi aplikasi-aplikasi pendukung di tablet dan smartphone. Social TV juga didukung oleh perilaku orang ketika menonton TV yang tidak hanya melihat kepada layar televise saja tetapi juga bisa sambil melihat layar laptop, tablet atau smartphone. Kemudian lahir lah istilah Second-Screen Experience dimana konten di layar televisi akan disinkronkan dengan layar laptop, tablet, atau smartphone